Peta Sejarah Sumatra dari tahun 75.000 Sebelum Masehi sampai 2017 Masehi (+ Malaya pasca-Majapahit). Selamat menikmati! 🙂

Saya mengharapkan adanya kritik dan koreksi karena video ini tentunya belum sepenuhnya akurat dan masih mengandung kesalahan.

Sekiranya bermanfaat, silahkan klik like untuk menyukai dan subscribe untuk berlangganan channel ini! Ke depannya saya akan unggah lebih banyak video semacam ini! Trims! 🙂

——

Kronologi peristiwa:

Sebelum Masehi:
75000 SM – Erupsi Gunung Toba. Letusan dahsyat dari sebuah supervulkano yang menyebabkan perubahan iklim yang dikatakan hampir memusnahkan populasi manusia modern saat itu. Manusia itu sendiri sebenarnya belum sampai ke Sumatra, gelombang migrasi mereka dari Afrika ikut terhenti untuk sementara akibat erupsi ini. Gunung Toba kemudian tenggelam dan kalderanya membentuk sebuah danau besar yang juga bernama sama.
25000 SM – Gelombang pertama manusia modern sampai di benua kuno Sunda.
22000 SM – Kebudayaan Padang Bindu muncul di Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan.
10000 SM – Zaman Es (Kala Pleistosen) berakhir. Zaman Modern (Kala Holosen) pun dimulai. Benua Sunda lenyap akibat kenaikan permukaan laut, dan berubah menjadi sebagian dari kepulauan yang kini dikenal sebagai Nusantara.
9000 SM – Kebudayaan Kerinci muncul di Jambi.
7000 SM – Kebudayaan maju muncul di sepanjang pantai timur Langsa-Langkat.
4000 SM – Tahap kedua kebudayaan Padang Bindu.
3500 SM – Kebudayaan maju diperkirakan muncul di Aceh.
3000 SM – Kebudayaan maju muncul di Barus dan Minangkabau, serta pulau Nias.
2500 SM – Kebudayaan maju muncul di Lampung.
2000 SM – Padang Bindu digantikan oleh kebudayaan Pasemah, yang kemudian menyebar ke Pagaralam, Lahat, dan Bengkulu.
1000 SM – Barus berkembang menjadi kota pelabuhan yang ramai.
900 SM – Luhak Nan Tigo berkembang menjadi kebudayaan Pariaman.
400 SM – Kebudayaan maju muncul di wilayah Lubuk Jambi (Kuantan Singingi-Indragiri-Tebo).
200 SM – Peradaban awal suku Tumi berkembang di Lampung.
100 SM* – Peradaban awal Bukit Bakar diperkirakan muncul di Kuantan Singingi.
1 SM* – Bukit Bakar diperkirakan berkembang menjadi kerajaan Kandis.

Abad 2:
150 M – Ptolemeus menyebutkan Barus sebagai sebuah pelabuhan dagang penting di Timur Jauh dalam salah satu karya tulisnya. Diperkirakan Barus telah berkembang menjadi sebuah peradaban maju.
200 M – Kerajaan Skala Brak Hindu berdiri di Lampung Barat. Kandis diperkirakan mengalami gejolak politik, menyebabkan beberapa wilayah melepaskan diri.

Abad 3:
206 M* – Kandis menaklukkan Koto Alang yang memberontak. Rajanya melarikan diri ke Pariaman, kemudian mengembangkan wilayah tersebut menjadi sebuah peradaban awal.
210 M* – Negeri Jambi Kuno diperkirakan muncul di pesisir Teluk Wen yang kini menjadi Muara Tebo. Negeri ini kemudian menjadikan Kandis sebagai bawahannya.
220 M – Kerajaan Koying berdiri di pedalaman Kerinci.
245 M – Kerajaan Tupo muncul menggantikan kedudukan Jambi Kuno.
280 M – Koying menaklukkan Tupo.

Abad 4:
340 M – Peradaban Tulang Bawang muncul di Lampung.
400 M – Teluk Wen diperkirakan lenyap akibat pendangkalan berkepanjangan. Koying memindahkan pusat pelabuhan dagang ke Kuala Tungkal.

Abad 5:
441 M – Kerajaan Kandali (Kantoli) muncul di Kuala Tungkal sebagai bawahan Koying, diperkirakan didirikan oleh perantau dari Kuntala, India.
454 M – Kandali merdeka dari Koying.
499 M – Tulang Bawang berkembang menjadi kerajaan.

Abad 6:
512 M – Kerajaan Nagur muncul di Simalungun, didirikan oleh perantau dari Nagore, India.
540 M – Peradaban Kota Kapur berkembang di pesisir barat pulau Bangka.
563 M – Utusan terakhir Kandali ke negeri Cina.

Untuk selengkapnya, silahkan kunjungi link berikut ini: http://alanqasaharica.blogspot.co.id/2017/04/kronologi-sejarah-pulau-sumatra-75000.html

——

Musik:
– “Kuantan” oleh Melayu Riau (https://youtu.be/_9E4KShb7f0)
– “Batanghari” oleh Addie MS & Twilite Orchestra (https://youtu.be/XFc1TJI9pwE)
– “Zapin Ghalit” oleh litmibimi (https://youtu.be/QJIcXkGE7rE)

jelajahbudaya

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *