SEBAGIAN OPENING MERUPAKAN KOLEKSI DARI YOUTUBE.

Indonesia merupakan sebuah negara yang kaya akan keberagaman suku, kesenian, dan budaya, salah satunya yaitu suku Madura dengan segenap kekayaan seni dan budayanya. Madura merupakan sebuah pulau yang terletak di utara Jawa Timur dengan penduduk hampir 4 juta jiwa. Banyaknya ragam kebudayaan yang ada di Pulau Madura membutuhkan sebuah wadah untuk menampung dan memperkenalkan Kebudayaan Madura kepada dunia. Selain itu, seiring berkembangnya teknologi dan zaman yang semakin modern membuat gaya hidup masyarakat Madura terlebih para pemudanya mulai melupakan semua budayanya. Hal itu terbukti kurangnya minat dan antusias dari para pemuda di Kabupaten Bangkalan dengan budaya yang berbau tradisional. Dari sinilah ide untuk membuat sebuah pusat kebudayaan yang mengakomodir pengenalan kembali dan edukasi bagi masyarakat khususnya para pemuda tentang Kebudayaan Madura. Seperti pada Pusat kebudayaan Betawi dan Taman werdhi budaya di Bali, sarana pada Pusat kebudayaan Madura menyediakan fasilitas Galery, workshop, amphitheater, ruang baca sampai informasi yang dan pusat kuliner dari Madura. Beberapa kebudayaan Madura yang akan ditampung pada Pusat kebudayaan nantinya berupa seni kebudayaan pertunjukan, seni kerajinan pandai besi, seni beladiri dan lain sebagainya. Lokasi tapak terletak di kota Bangkalan yang berhadapan langsung dengan stadion kerapan sapi RP Mohc Noer. Lahan yang digunakan merupakan lahan pemerintah yang diperuntukan untuk pengembangan budaya dan pendidikan di kota Bangkalan. Beberapa aspek yang harus dikaji dan dianalisa terkait dengan proyek Pusat kebudayaan Madura seperti mengetahui iklim setempat, mengetahui lingkungan sekitar, hingga menemukan respon desain untuk proyek Pusat kebudayaan Madura. Kajian ini adalah untuk menghasilkan konsep desain yang memadukan ke khasan lokal yang dikemas dengan konsep yang modern dan kekinian. Pusat kebudayaan Madura yang rencananya akan dibangun di Kabupaten Bangkalan diharapkan memiliki fasilitas yang dapat mendukung semua hal yang berkaitan dengan kebudayaan Madura. Penentuan tema rancangan pada Pusat Kebudayaan Madura ini mengambil tema rancangan yaitu “Modernism in Localism of Madura”, yang berkaitan mengenai nilai-nilai tradisi kearifan lokal tanpa harus menghilangkan unsur modern. Metode yang digunakan pada proyek Pusat kebudayaan Madura yaitu metode kontekstualisme, metode tersebut digunakan karena dianggap paling tepat dengan tema yang telah ditentukan.

jelajahbudaya

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *