Permukiman adalah salah satu bentuk arsitektur yang mudah dikenali dan mengalami ragam pembauran yang cukup signifikan di dalam sebuah kota. Kota Muntok merupakan cikal bakal permukiman Melayu di Provinsi Bangka Belitung. Namun, seiring waktu, rumah panggung Melayu menghadapi tantangan berupa sulitnya memperoleh bahan baku dan tingginya biaya perawatan, serta minimnya catatan ketukangan.

Tantangan besar yang dihadapi eksistensi rumah panggung Melayu mendorong para peneliti dari Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang dipimpin oleh Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, ST, M. Sc. PhD untuk melakukan riset. Berbagai catatan sejarah tentang keberadaan rumah panggung Melayu dikumpulkan.

Perekaman dan kajian dilakukan terhadap beberapa rumah panggung Melayu yang masih ada guna menggali aspek tipologi, konstruksi, dan materialitasnya. Selain mencatat aspek teknis, riset utama juga didukung oleh dokumentasi arsitektural yang dilakukan dalam kegiatan Vernacular Documentation atau dikenal dengan Vernadoc. Tujuan riset ini tak lain adalah untuk melestarikan nilai-nilai tradisi dan budaya yang melekat pada rumah panggung.

Kegiatan riset dan Vernadoc ini diakhiri dengan pameran arsitektur dan kuliah umum ‘Bangka Vernadoc and A Tectonic Exploration’ yang diselenggarakan pada 12-15 November 2018 di Fakultas Teknik Universitas Indonesia dan 16-17 November 2018 Perpustakaan Pusat Universitas Indonesia.

jelajahbudaya

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *