<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>Jelajah Budaya</title>
	<atom:link href="http://jelajahbudaya.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jelajahbudaya.com</link>
	<description>Majalah Jelajah Budaya Online</description>
	<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 13:58:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Cultural Theory: British Cultural Studies</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/uncategorized/cultural-theory-british-cultural-studies.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/uncategorized/cultural-theory-british-cultural-studies.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 03:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[videos.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[
	
		
		
		
		
		
	
	For about two decades, in many parts of the world, Cultural Studies (CS) has been moving into the mainstream of intellectual life, offering scholars interested in society and culture alternatives to old research paradigms (Hardt, 1989; Grossberg, 1997). BCS emerged from the work done at the Centre for Contemporary Cultural Studies (CCCS), an interdisciplinary research [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/uncategorized/cultural-theory-british-cultural-studies.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Idul Fitri dan Masyarakat Resiko: Menerima Resiko sebagai Resiko</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/opini/idul-fitri-dan-masyarakat-resiko-menerima-resiko-sebagai-resiko.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/opini/idul-fitri-dan-masyarakat-resiko-menerima-resiko-sebagai-resiko.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 06:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[
	
	OPINI-JB-III-SEPTEMBER-2008. IDUL Fitri sebagai momentum kegembiraan masyarakat Muslim kali ini tidak hanya bermakna sebagai berakhirnya ritus ibadah di bulan puasa, namun jauh dari sekedar pelepasan rasa lapar dan dahaga itu sendiri, masyarakat Muslim dihadapkan pada sebuah pertanyaan besar: Apa wujud kongkrit atau aktualisasi dari kegembiraan itu. Masih mampukah masyarakat Indonesia menghadapi tantangan-tantangan yang kian lama [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/opini/idul-fitri-dan-masyarakat-resiko-menerima-resiko-sebagai-resiko.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ibnu Rusyd: Aristotelianis Muslim Penyelaras Agama dan Filsafat</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/tamu/ibnu-rusyd-aristotelianis-muslim-penyelaras-agama-dan-filsafat.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/tamu/ibnu-rusyd-aristotelianis-muslim-penyelaras-agama-dan-filsafat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Sep 2008 05:49:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tamu]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[
	
	 TAMU-JB-III-SEPTEMBER-2008
ABU Ya‘la al-Walid Muhammad ibn Ahmad ibn Muhammad ibn Rusyd (1126-1198), atau yang lebih terkenal dengan sebutan Ibn Rusyd atau Averroes, adalah filosof Muslim Barat terbesar di abad pertengahan. Dia adalah pendiri pikiran merdeka sehingga memiliki pengaruh yang sangat tinggi di Eropa. Michael Angelo meletakkan patung khayalinya di atas atap gereja Syktien di Vatikan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/tamu/ibnu-rusyd-aristotelianis-muslim-penyelaras-agama-dan-filsafat.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Pasar dan Mall</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/ublik/enggan-pergi-ke-pasar.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/ublik/enggan-pergi-ke-pasar.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 19:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ublik]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[
	
	UBLIK-JB-III-SEPTEMBER-2008. Lebaran memiliki beragam makna bagi orang yang merayakannya. Setelah sebulan penuh ditempa dalam agenda peribadatan yang padat, lebaran menjadi titik balik untuk mendapatkan martabat kemanusiaan yang lebih baik. Lebaran sering dimaknai sebagai reinkarnasi (kelahiran kembali) dalam kesucian jiwa layaknya bayi yang baru lahir. Lebaran juga dimaknai sebagi ritus perjumpaan sosial sehingga banyak orang yang memanfaatkan momentum itu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/ublik/enggan-pergi-ke-pasar.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apa yang Sulit dari Mengapung?</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/sastra/apa-yang-sulit-dari-mengapung.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/sastra/apa-yang-sulit-dari-mengapung.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 19:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Sastra]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[
	
	SASTRA-JB-III-SEPTEMBER-2008 
Bukan, bukan mengapung. Tepatnya melayang, tidak tenggelam tidak pula terapung, antara tenggelam dan terapung. Tidak pula mendarat dan tidak diterbangkan, antara mendarat dan diterbangkan. Antara berusaha untuk bertahan dan ketiadaberdayaan terhadap hempasan arus. Antara keinginan untuk berikhtiar dan kepasrahan untuk tunduk dan takluk.
Aku percaya dia tunduk sepenuhnya di bawah kehendakNya. Kalaupun aku punya kehendak, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/sastra/apa-yang-sulit-dari-mengapung.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menyelami Makna Kebudayaan dengan Etnografi</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/buku/menyelami-makna-kebudayaan-dengan-etnografi.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/buku/menyelami-makna-kebudayaan-dengan-etnografi.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 15:35:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[
	
	BUKU-JB-III-SEPTEMBER-2008. Buku berjudul asli The Ethnographic Interview (1997) ini sebenarnya tergolong buku lama. Namun buku ini sering direkomendasikan oleh antropolog Indonesia kepada para peneliti pemula dan aktifis kebudayaan sebagai panduan awal dalam memahami metode ethongrafi. Ada dua bagian utama dalam buku ini. Pada bagian awal, penulis memberikan lambaran akademis tentang makna dan posisi etnografi dalam kajian kebudayaan. Adapun di bagian selanjutnya, lebih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/buku/menyelami-makna-kebudayaan-dengan-etnografi.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Berburu Takjil di Sanggar Suci Lawang</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/situs/berburu-takjil-di-sanggar-suci-lawang.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/situs/berburu-takjil-di-sanggar-suci-lawang.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 09:47:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Situs]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[
	
	SITUS-JB-III-SEPTEMBER-2008. Hening. Begitu kesan yang kutangkap saat aku memasuki sanggar peribadatan yang berada di Jl. Dr. Wahidin 36-38 Lawang Kabupaten Malang ini. &#8220;Orangnya lagi istirahat, Pak&#8221; jawab seseorang paruh baya yang mengaku sebagai tukang parkir dengan gaya yang agak cuek. Kompleks peribadatan umat budha ini terdiri atas tiga bangunan pokok, sebuah bangunan utama tempat pemujaan yang terletak dibagian selatan, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/situs/berburu-takjil-di-sanggar-suci-lawang.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menelisik Ritus Ngabuburit Ala Anak Muda di Malang</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/utama/menelisik-ritus-ngabuburit-ala-muda-di-malang.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/utama/menelisik-ritus-ngabuburit-ala-muda-di-malang.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Sep 2008 21:28:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Utama]]></category>

		<category><![CDATA[features]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/2008/09/27/menelisik-ritus-ngabuburit-ala-muda-di-malang/</guid>
		<description><![CDATA[
	
	&#8220;Racun..racun..racun. Racun..racun..racun. Mati laju darahku. Takluk sudah hebatku. Hilang akal sehatku… Hilang akal sehatku, Memang kau racun…&#8221;
Oke, terima kasih semua dan selamat berbuka puasa…
UTAMA-JB-III-SEPTEMBER-2008. Astin dan Ranti, vokalis grup band Girl Fight, menyapa ramah ratusan penonton yang berkumpul di suatu senja. Berakhirnya lagu The Changcuters berjudul Racun menjadi penutup pentas musik sederhana yang digelar di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/utama/menelisik-ritus-ngabuburit-ala-muda-di-malang.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Menghidupkan Subyek di Tengah Kematiannya</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/buku/menghidupkan-subyek-di-tengah-kematiannya.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/buku/menghidupkan-subyek-di-tengah-kematiannya.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 16:47:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Buku]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[
	
	Oleh ANY RUFAIDAH
Judul : Redefinisi Subjek dalam Kebudayaan: Pengantar Memahami Subjektivitas Modern Menurut Perspektif Slavoj Žižek.
Penulis : Thomas Kristiatmo
Penerbit : Jalasutra, Yogyakarta
Cetakan : I, 2007
Tebal : xiv + 113 halaman
Di tengah ramainya pernyataan “subjek sudah mati”, dibutuhkan orang “gila” yang berani nekad membetot lagi segala wacana, yang telah terbang tinggi dan terlanjur beranak pinak dalam [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/buku/menghidupkan-subyek-di-tengah-kematiannya.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangsaaan dalam Perspektif Politik Kebudayaan</title>
		<link>http://jelajahbudaya.com/opini/kebangsaan.html</link>
		<comments>http://jelajahbudaya.com/opini/kebangsaan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 11:42:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JB Red</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<category><![CDATA[Thumbnail Large]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jelajahbudaya.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[
	
	Bisri Effendy
OPINI-JB-II-Agustus-2008. UNTUK mengawali perbincangan soai nation state, empat peristiwa penting yang terjadi pada 1908, 1928, dan dua kali pada 1945 perlu dilongok kembali. Keempat peristiwa yang terlanjur kita mitoskan sebagai hari-hari keramat dan selalu kita peringati tiap tahunnya, menjadi hari &#8220;kebangkitan nasional&#8221;, hari &#8220;sumpah pemuda&#8221;, hari &#8220;proklamasi kemerdekaan&#8221;, dan hari &#8220;pahlawan&#8221;. Hari-hari yang sangat [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://jelajahbudaya.com/opini/kebangsaan.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
