Menyelami Makna Kebudayaan dengan Etnografi

Menyelami Makna Kebudayaan dengan Etnografi

BUKU-JB-III-SEPTEMBER-2008. Buku berjudul asli The Ethnographic Interview (1997) ini sebenarnya tergolong buku lama. Namun buku ini sering direkomendasikan oleh antropolog Indonesia kepada para peneliti pemula dan aktifis kebudayaan sebagai panduan awal dalam memahami metode ethongrafi. Ada dua bagian utama dalam buku ini. Pada bagian awal, penulis memberikan lambaran akademis tentang makna dan posisi etnografi dalam kajian kebudayaan. Adapun di bagian selanjutnya, lebih dijelaskan para hal-hal yang berkaitan dengan teknik wawancara ethnografi yang dituangkan dalam dua belas langkah. Sebagai sebuah metode, etnografi banyak menawarkan beberapa pendekatan ; pengumpulan kisah-kisah kehidupan, wawancara etnografis, observasi partisipatif, kombinasi, ataupun studi domumentasi. Buku ini sebenarnya lebih tepat dikatakan sebagai buku metode wawancara ethografis dimana Spradley menwarkan konsep The Development Research (Alur Penelitian Maju Bertahap) dalam melakukan wawancara.

Essai dari Dr. Amri Marzali yang menjadi pengantar dari ini cukup membantu  pembaca yang baru mengenal sedikit tentang Etnografi sebelum melakukan review atas tulisan Spradley. Dalm pengantar itu Amri memberikan penjlasan singkat tentang sejarah dan perkembangan etnografi. Etnografi sebenarnya adalah metode penelitian yang dilahirkan dari tradisi  ilmu antropolgi. Awalnnya etnografi hadir sebagai titik tolak pendekatan penelitian antropologi yang hanya berkutat pada dokumen dan artefak untuk merekonstruksi sejarah peradaban masyarakat pedalaman. Metode etnografi kemudian lebih memperhatikan aspek interaksi langsung kepada masyarakat/etnic yang hendak diteliti.

Seiring perkembangan intelektual dan menguatnya gerakn pos-strukturalisme dalam kajian antropologi, metode ethnografipun mengalami perubahan paradigma yang cukup significant. Etnografi kemudian tidak “ngurusi” dan menganalisis tentang masyarakat/komunitas pedalaman atau sebuah suku/etnic tertentu saja. Etnografi kemudian juga bekerja pada ruang keseharian masyarakat kontemporer yang hidup di sekitar. Spradley, sang penilis buku, adalalah  tokoh ilmu antropologi “paradigma baru”  dalam buku ini banyak memberikan contoh-contoh teknik etnografi yang sangat kontekstual untuk dilakukan dalam penelitian sederhana sehari-hari.

Memahami konsep kebudayaan menjadi pintu awal dalam menelusuri gagasan Spradley. Menurut Spadley, Kebudayaan hedankyan dipahami sebagai pengetahuan yang diperoleh dan digunakan untuk menginterpretasikan pengalaman dan dan melahirkan tingkah laku dan strategi tindakan dalam hidup sehari-hari (Spradley, 2007 : 6). Dalam konteks pemahaman seperti inilah buku ini secara teori dan metodik lebih menekankan pada penyelidikan terhadap makna budaya melalui pendekatan wawancara dengan bahasa sebagai salah satu media.

 

Judul : Metode Etnografi
Penulis : James P. Spradley
Penerbit : Tiara wacana, Yogyakarta. Edisi II, 2007
Peresensi : L. RIansyah

About the Author

JB Red

JB Red

2 Responses to “Menyelami Makna Kebudayaan dengan Etnografi”

  1. hebat. di tengah kesibukan lebaran, sempat juga meresensi. Tetapi karena kebanyakan ketupat jadi banyak salah ketik kali ya? he he

  2. Bukan hanya belum diedit. Tulisan itu sebenarnya baru pendahuluan, Ni. Tulisan itu khan belum membahas apapun dari bukue Spradley. Untuk keperluan deadline maka diupload. Rencananya habis lebaran di terusin. Eee.. habis lebaran ternyata kena siklus M…

Leave a Reply

You can use these XHTML tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <blockquote cite=""> <code> <em> <strong>